📘 Materi Informatika: Berpikir Komputasional Kelas VIII SMP – Kurikulum Merdeka Oleh: Setio Budiono, S.Kom
📘 Materi Informatika: Berpikir Komputasional
Kelas VIII SMP – Kurikulum Merdeka
1. Pengantar
Di kelas VII, kita sudah belajar dasar berpikir komputasional: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.
Di kelas VIII, kita akan melangkah lebih jauh dengan penerapan nyata, yaitu bagaimana cara berpikir komputasional digunakan dalam menyusun solusi, membuat simulasi, hingga menulis program sederhana.
2. Pengertian
Berpikir komputasional adalah keterampilan berpikir untuk memecahkan masalah dengan cara logis, sistematis, dan dapat diotomatisasi oleh komputer.
➡️ Intinya: kita tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga mencari solusi yang bisa dikerjakan ulang oleh manusia maupun komputer.
3. Konsep Utama (Revisi untuk Kelas VIII)
Masih ada 4 pilar utama, tetapi lebih dalam penggunaannya:
1) Dekomposisi (Decomposition)
👉 Memecah masalah kompleks menjadi bagian kecil yang bisa dikerjakan oleh manusia atau program komputer.
📌 Contoh kelas VIII: Membuat program menghitung luas bangun datar → dipecah menjadi: input sisi, pilih rumus, hitung luas, tampilkan hasil.
2) Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
👉 Mencari persamaan atau kecenderungan dari beberapa kasus untuk membuat solusi umum.
📌 Contoh:
-
Pola rumus luas bangun datar berbeda, tapi semuanya menggunakan “perkalian dimensi utama”.
-
Pola algoritma login aplikasi selalu: input username → input password → verifikasi.
3) Abstraksi (Abstraction)
👉 Mengambil hal yang penting, membuang yang tidak relevan.
📌 Contoh:
Dalam membuat game ular, fokus hanya pada arah gerakan ular dan makanan. Warna latar, musik, atau gambar dekorasi tidak masuk perhitungan algoritma utama.
4) Algoritma (Algorithm)
👉 Menyusun urutan langkah logis untuk menyelesaikan masalah.
📌 Contoh algoritma menghitung luas persegi panjang:
-
Input panjang
-
Input lebar
-
Hitung luas = panjang × lebar
-
Cetak hasil
4. Penerapan Berpikir Komputasional di Kelas VIII
-
Matematika → membuat algoritma perhitungan faktorial atau KPK/FPB.
-
IPA → simulasi pertumbuhan populasi bakteri dengan aturan perkalian.
-
Bahasa Indonesia → menyusun alur cerita menjadi langkah-langkah (flowchart).
-
Informatika → menulis program sederhana (contoh: Python atau Scratch).
5. Contoh Kasus: “Membuat Jadwal Belajar”
-
Dekomposisi: Bagi tugas menjadi: daftar mata pelajaran, alokasi waktu, prioritas pelajaran sulit.
-
Pola: Pelajaran inti (Matematika, IPA, Bahasa) lebih sering muncul daripada ekstrakurikuler.
-
Abstraksi: Tidak perlu detail jam istirahat, cukup blok waktu belajar.
-
Algoritma:
-
Daftar semua pelajaran
-
Tentukan prioritas
-
Atur ke dalam slot waktu harian
-
Cetak jadwal belajar
-
6. Manfaat bagi Siswa Kelas VIII
-
Membiasakan berpikir analitis dan logis.
-
Mampu membuat solusi umum yang bisa dipakai berulang.
-
Dasar kuat untuk belajar pemrograman dan teknologi lebih lanjut.
-
Bisa diterapkan dalam semua mata pelajaran dan kehidupan sehari-hari.
7. Latihan Soal
A. Pilihan Ganda
-
Dalam berpikir komputasional, langkah menyusun urutan instruksi disebut…
a) Pola
b) Abstraksi
c) Algoritma
d) Dekomposisi -
Jika kita ingin membuat aplikasi kalkulator, langkah “mengabaikan warna tombol” termasuk dalam konsep…
a) Abstraksi
b) Algoritma
c) Pola
d) Dekomposisi
B. Uraian
-
Jelaskan perbedaan dekomposisi dan abstraksi dengan contoh nyata!
-
Bagaimana penerapan berpikir komputasional dalam membuat program menentukan bilangan ganjil/genap?
-
Sebutkan 4 pilar berpikir komputasional dan berikan masing-masing 1 contoh di kehidupan sehari-hari.
8. Ringkasan
-
Berpikir komputasional = strategi pemecahan masalah logis dan sistematis.
-
Ada 4 konsep utama: dekomposisi, pola, abstraksi, algoritma.
-
Di kelas VIII, penerapan difokuskan pada program sederhana, simulasi, dan pemodelan masalah nyata.
-
Tujuannya melatih siswa agar siap menggunakan teknologi dan logika pemrograman dalam kehidupan.
📌 Catatan Guru:
Di kelas VII kita belajar apa itu berpikir komputasional. Di kelas VIII, kita lebih banyak menerapkan berpikir komputasional dalam pemrograman dan kehidupan nyata.
Komentar
Posting Komentar